PESBUKER.COM – Rizal Arisandi (30) warga Desa Jaddih, Kecamatan Socah ditembak mati Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangkalan. DPO kasus pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal itu, melawan polisi ketika hendak dilakukan penangkapan.

“Pelaku menyerang menggunakan senjata tajam (sajam). Sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur,” terang Kapolres Bangkalan, AKBP Boby Pa’ludin Tambunan, Jumat (21/9/2018) malam.

Menurutnya sebelum ditembak petugas, pelaku terlihat sedang mengendarai dump truk melintas di Jalan Raya Akses Suramadu menuju ke arah Surabaya. Pada saat itu juga langsung dilakukan pengejaran.

“Pelaku berusaha melarikan diri dengan berputar arah menuju Jalan Raya Desa Sendang, Kecamatan Labang,” imbuh Boby.

Mantan Kasubdit III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Jawa Timur ini menjelaskan, petugas berusaha menghentikan pelaku denga melepaskan tembakan ke udara sebanyak tiga kali. Namun, tembakan peringatan tersebut tidak dihiraukan.

“Bahkan, pelaku juga nekat menabrak mobil anggota saat dihadang di tengah jalan,” ucapnya.

Boby menambahkan, ketika dump truk bermuatan bedel itu berhenti karena dihadang, pelaku bukannya menyerahkan diri. Akan tetapi, justru menyerang petugas dengan sebilah pisau yang sudah terhunus.

“Karena jiwa petugas terancam, pelaku ditembak di bagian dada hingga meninggal dunia,” terangnya.

Berdasarkan catatan kepolisian, pelaku terlibat kasus perampasan motor sejak tahun 2017. Pelaku juga menjadi target operasi (TO) Polrestabes Surabaya karena kasus serupa.

Selama ini, pelaku merupakan salah satu di antara delapan komplotan begal sadis yang masuk buronan polisi. Sejak tahun 2017 hingga 2018 pelaku sudah puluhan kali melakukan perampasan motor di sejumlah lokasi.

“DPO yang lain sudah diketahui keberadaannya. Kami imbau segera menyerahkan diri. Semua pasti kami tangkap,” tegasnya. MADURACORNER.COM